gunung anjasmara
Gunung Anjasmoro merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Ketinggian gunung ini ialah 2.277 meter. Gunung Anjasmoro termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Batu, Jawa Timur. Gunung Anjasmoro terletak satu kluster dengan Gunung Argowayang dan terletak berdekatan dengan Gunung Arjuno-Welirang.
Gunung Anjasmoro mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Anjasmoro
Gunung Papandayan
Gunung Papandayan adalah gunung api strato[2] yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.
Pada Gunung Papandayan, terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya.
Topografi di dalam kawasan curam, berbukit dan bergunung serta terdapat tebing yang terjal. Menurut kalisifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk type iklim B, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/thn, kelembaban udara 70 – 80 % dan temperatur 10 º C.
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Papandayan
Gunung Mekongga
Gunung Mekongga merupakan gunung tertinggi di pegunungan Mekongga yang membentang di sisi utara wilayah Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Kawasan pegunungan ini merupakan jajaran pegunungan Verbeck yang puncak-puncaknya terdiri dari jenis batuan karst dataran tinggi. dengann puncak tertinggi bernama mosero-sero dengan ketinggian 2.620 mdpl (Bakosurtanal[1], gunung ini merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara.[2].
Secara geologis wilayah pegunungan ini terbentuk dari atol yang terangkat sekitar ratusan juta tahun yang lalu. Fenomena ini kemudian memberi ruang bagi jenis flora dan fauna yang khas yang kemudian menjadi biota endemic yang hanya terdapat di wilayah ini.
Pegunungan Mekongga, juga ideal untuk kegiatan trekking. Titik awal pendakian adalah dari Dusun Surolako, Desa Rantebaru di Kecamatan Ranteangin yang dapat dicapai dengan kendaraan roda empat sekitar empat jam dari kota Kolaka.
Selama perjalanan ke puncak yang butuh 5-6 hari, para pendaki gunung disuguhi suasana hutan tropis yang jarang dijamah orang, merdunya kicau burung, sampai acara menyeberangi pertemuan Sungai Mosembo dan Sungai Tinokari. Selain itu, mungkin akan berpapasan dengan anoa[3].[4]
Hikayat
Nama Mekongga berasal dari cerita rakyat setempat yang berkisah tentang pertempuran seorang kesatria dan seekor burung elang. Menurut hikayat, suatu masa puncak gunung ini dihuni oleh Kongga, yaitu seekor burung raksasa. Para penduduk sering resah karena sang burung sering membuat onar dan mengganggu kehidupan rakyat. Kemudian tampillah seorang bangsawan gagah berani yang berhasil menewaskan burung raksasa. Sebagai hadiahnya, raja setempat menikahkan putrinya dengan si bangsawan. Dan untuk mengenang jasa besar itu, kawasan tersebut diberi nama Mekongga.[5].Rute pendakian
Jalur Pendakian pertama kali di rintis oleh Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Halu Oleo Kendari (MAHACALA UNHALU) pertamakali dirintis pada tahun1995 dan sampe sekarang masi digunakan.Pendakian dari pos terakhir pendakian hingga ke puncak Mekongga memakan waktu sekitar 5 hari. Pos terakhir pendakian terdapat di desa Tinukari desa terakhir pendakian yang secara administratif terletak di kecamatan Rante Angin, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.Perhentian berikutnya yaitu "camp 1" di ketinggian 480 m dpl. Walaupun disebut camp, tetapi tidak ada shelter seperti gunung di Jawa. Semuanya masih serba alami.
"camp 2" terdapat di ketinggian 1.380 m dpl. Dari sisi jalur mulai menanjak dan banyak sekali bekas longsoran. Sepanjang jalan banyak ditemukan air terjun kecil. Vegetasi yang dominan adalah tumbuhan berkayu bekas yang ditumbuhi lumut. Hal ini terjadi karena daerah ini sangat lembap. Kantong Semar dan aneka jenis anggrek bisa ditemukan dengan mudah.
Perhentian berikutnya adalah di "Musero-sero". Dalam keyakinan orang Mekongga, tempat ini diyakini sebagai pusat kerajaan jin untuk daerah Kolaka Utara. Dari Musero-sero perjalanan bertambah berat karena harus memanjat tebing dan tanjakan-tanjakan yang tanpa henti hingga sampai di "Camp 3".
Dari sini bisa langsung menuju puncak Mekongga. Puncak Mekongga sendiri berbentuk kubah yang luas. Di sini terdapat goa-goa dengan stalagmit dan stalagtit yang indah. Satu lagi tantangan bagi para pencinta goa.
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Mekongga
Gunung Muria
Gunung Muria adalah sebuah gunung di wilayah utara Jawa Tengah bagian timur, yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Kudus di sisi selatan, di sisi barat laut berbatasan dengan Kabupaten Jepara, dan di sisi timur berbatasan dengan Kabupaten Pati. Di kawasan ini terdapat tempat yang sangat legendaris peninggalan Wali Songo, yaitu pesanggrahan di kawasan puncak Gunung Muria yang dalam sejarah negeri ini merupakan basis pesanggrahan di mana Kanjeng Sunan Muria menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Di sini pulalah Sunan Muria dimakamkan. Nama Gunung Muria dan daerah Kudus dinamakan berdasarkan nama Bukit Moria dan kota Al-Qudus/Baitul Maqdis/Yerusalem. Demikian pula nama Masjid Al Aqsa Menara Kudus berdasarkan nama Masjid di Yerusalem.
Puncak Muria
Gunung Muria mempunyai ketinggian 1.601 meter dari permukaan laut. Puncak-puncaknya yang tertinggi antara lain:- Puncak Songolikur; merupakan puncak tertinggi di Gunung Muria. Sering juga disebut sebagai puncak Saptorenggo.
- Puncak Argowiloso; Argowilogo
- Puncak Argojembangan
- Puncak Abiyoso
Populitas
Flora
Gunung Muria terdapat berbagai habitat flora, diantaranya:- Aren (Arenga pinata)
- Bendo (Artocarpus elasticus)
- Cengkeh (Eugenia aromatica)
- Dadap (Erythrina sp)
- Eukaliptus (Eucalyptus alba)
- Gintungan (Bischoffia javanica)
- Ingas (Gluta renghas)
- Jati (Tektona grandis)
- Kaliandra (Callyandra calotirsus)
- Lamtorogung (Leucaena glauca)
- Manggis (Garcinia mangostana)
- Nangka (Artocarpus heterophyllus)
- Pinus (Pinus merkusii)
- Randu (Ceiba pentandra)
- Salam (Eugenia polyantha)
- Tejo (Cinnamomum sp)
- Wuni (Antidesma bunius)
- Berbagai macam anggrek
- Pohon Pepaya
- Pohon Jambu Monyet
Fauna
Gunung Muria terdapat berbagai habitat fauna, diantaranya:Wisata Religi
- Makam Syeh Sadzli
- Makam Sunan Muria
Bagi yang tidak kuat mendaki anak tangga bisa memilih jasa tukang ojek. Dengan jasa ini selain bisa menghemat energi, selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang menarik.
Wisata Alam
- Air Terjun Songgo Langit, di Desa Bucu
- Air Terjun Jurang Nganten, di Desa Tanjung
- Air Terjun Suroloyo, di Desa Bungu
- Air Terjun Sumenep, di Desa Batealit
- Air Terjun Banyu Anjlok, di Desa Somosari
- Air Terjun Undak Manuk, di Desa Blingoh
- Air Terjun Nglamer, di Desa Dudakawu
- Air Terjun Kedung Ombo, di Papasan
- Air Terjun Ndayong, di Somosari
- Air Terjun Nongko Pace, di Somosari
- Air Terjun Grenjengan, di Banyumanis
- Air Terjun Karang Nongko, di Banyumanis
- Air Terjun Statah, di Batealit
- Air Terjun Nggembong, di Srikandang
- Air Terjun Nglumprit, di Desa Dudakawu
- Air Terjun Grinjingan Dowo, di Desa Dudakawu
- Air Terjun Monthel, di Desa Colo
- Air Terjun Gonggomino, di Desa Rahtawu
- Air Tiga Rasa Rejenu, di Desa Japan
- Air Terjun Widodaren, di Desa Lumbungmas
- Air Terjun Santi, di Desa Gunungsari
- Air Terjun Grenjengan Sewu, di Desa Jrahi
- Air Terjun Tadah Hujan, di Desa Sukolilo
Wisata Sejarah
- Museum Gong Perdamaian Dunia, di Desa Plajan
- Situs Pusat Bumi, di Desa Plajan
- Candi Angin, di Desa Tempur
- Candi Bubrah, di Desa Tempur
Bumi Perkemahan
Gunung Muria terdapat beberapa bumi perkemahan, di antaranya:- Bumi Perkemahan Sreni Indah
- Bumi Perkemahan Pakis Adhi
- Bumi Perkemahan Wono Pinus Setro
- Bumi Perkemahan Sumanding Pinus Indah
- Bumi Perkemahan Tempur
- Bumi Perkemahan Abiyoso
- Bumi Perkemahan Kajar
- Bumi Perkemahan Jolong
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Muria
Gunung Pangrango
Gunung Pangrango merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Pangrango mempunyai ketinggian setinggi 3.019 meter dari permukaan laut. Puncaknya dinamakan Puncak Mandalawangi. Puncak Mandalawangi juga merupakan titik pertemuan batas tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi.
Gunung Pangrango merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Ceremai. Gunung Pangrango terletak persis bersebelahan dengan Gunung Gede dan berada dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango.
Gunung Pangrango mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Pangrango
Gunung Marapi
Gunung Marapi (juga dikenal sebagai Merapi atau Berapi) adalah gunung berapi yang terletak di Sumatera Barat, Indonesia. Gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di Sumatera. Terletak dalam kawasan administrasi Kabupaten Agam. Gunung ini dapat juga dilihat dari kota Bukittinggi, kota Padangpanjang dan kabupaten Tanah Datar dan memiliki ketinggian 2.891 m. Gunung Marapi sudah meletus lebih dari 50 kali sejak akhir abad 18[1].
Catatan letusan
- Pada tanggal 8 September 1830 dilaporkan Gunung Marapi mengeluarkan awan yang berbentuk kembang kol abu-abu kehitaman dengan ketebalan 1.500 m di atas kawahnya, disertai dengan suara gemuruh[3].
- Pada tanggal 30 April 1979, menurut laporan pers disebutkan 60 orang tewas akibat letusan Gunung Marapi dan disebutkan juga 19 orang pekerja penyelamat terperangkap oleh tanah longsor. Letusan tersebut dikatakan juga mengeluarkan batu dan lumpur yang menyebabkan kerusakan sedikitnya pada lima daerah kawasan pemukiman penduduk setempat[3].
- Memasuki akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2014, Gunung Marapi menampakkan peningkatan aktifitasnya melalui letusan yang menyemburkan abu dan awan hitam. Pernah diakhir tahun 2011 semburan abu terbawa angin berkilo-kilo jaraknya hingga mencapai Kabupaten Padang Pariaman.
- Tanggal 26 Februari 2014, Gunung Marapi meletus pada pukul 16.15 WIB, melepaskan material pasir, tefra, dan abu vulkanik ke wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam. Status gunung ditetapkan Siaga (level 2) dan radius 3 km dari pusat kawah harus dikosongkan. Tidak ada evakuasi pada letusan ini.
Gunung Sibayak
Danau Toba, Pulau Samosir, dan Air Terjun Dua Warna masih belum cukup mewakili keragaman panorama alam Sumatera Utara. Ingin merasakan wisata mendaki ketinggian gunung?
Jika jawabannya Ya, maka ini adalah pilihan yang sangat sesuai bagi
Anda. Terutama yang senang “bersusah-susah” untuk menikmati keagungan
alam ciptaan Sang Kuasa. Gunung Sibayak,
hanya dengan berjuang mendaki dari awal hingga ke puncaknya-lah Anda
akan dapat menyaksikan bentangan pemandangan luar biasa dengan
petualangan yang tak terlupakan. Tak jarang pula gunung ini disebut dengan “Gunung Raja”, sebab arti dari kata Sibayak itu sendiri adalah “Raja”. Menurut cerita penduduk, dahulunya tanah karo dikuasai oleh 4 Raja (Sibayak), yaitu Sibayak Lingga, Sarinembah, Suka, Barusjahe dan Kutabuluh.
Objek Wisata
Gunung Sibayak adalah kelas gunung berapi aktif yang memiliki uap panas. Selain itu, letusan yang terjadi beberapa waktu lalu cukup mengguncang bebatuan di puncak gunung. Kondisi yang cukup “tidak beraturan” pada bebatuan puncak nya ini, justru menjadi keunikan tersendiri yang menarik wisatawan yang senang menguji adrenalinnya untuk berusaha menaklukkan Gunung Sibayak hingga mencapai puncaknya. Pemandangan matahari terbit dari puncak gunung
akan membuat anda terperangah. Kilau kemunculan sinar matahari akan
menerpa wajah Anda memberikan suasana hangat, menggantikan hawa dingin
yang semalaman menyelimuti perjalanan Anda. Ya, demi melihat sunrise
memang ramai pendaki memilih mendaki di malam hari. Idealnya, Anda harus
mulai melangkah dari kaki gunung pada pukul 02.00 dini hari. Tidak
perlu khawatir, sebab suasana di malam hari tetap akan memukau Anda.
Ditambah lagi cahaya-cahaya lampu rumah penduduk yang menerangi langit Gunung Sibayak. Sesaat membuat Anda merasa sedang berada di bulan karena kondisi pijakan selama pendakian yang penuh batuan.
Selain keindahan pemandangan puncaknya, aliran air dari sela-sela batuan gunung
akan sangat menyegarkan Anda. Penduduk banyak yang memanfaatkannya
sebagai sumber air minum. Air nya dingin dan sangat jernih. Inilah
alasan utama sumber air pegunungan yang terus mengalir ini menjadi salah
satu sumber air untuk air minum kemasan merek “AQUA”.
Terlepas dari kawasan puncak, Gunung Sibayak masih menyimpan kemegahannya. Kawasan lainnya yang sering dijadikan objek berfoto bagi para pendaki adalah kawah Gunung Sibayak.
Di dalam kawah ini terletak batu cadas dengan kawah belerang seluas
40.000 meter. Kandungan solfatara membuatnya tak berhenti menyemburkan
uap panas. Bagian yang landainya dapat dijadikan tempat Anda untuk
beristirahat sejenak di dalam tenda. Akhir pekan atau hari libur sekolah
akan sangat berpengaruh terhadap pertambahan jumlah pendaki gunung.
Lokasi
Gunung Sibayak berlokasi di dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Ketinggian Gunung yang kerap menjadi objek pendakian ini mencapai 2.094
meter dpl. Secara administratif, hutan alam pegunungan ini masuk dalam
dalam kategori Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan. Puncak tertinggi
dari Gunung Sibayak bernama “Takal Kuda”. Ini adalah bahasa Karo yang
berarti “Kepala Kuda”. Posisi koordinat puncaknya adalah berada pada
97°30’BT dan 4°15’LS.
Akses
Berangkat dari Kota Medan, Anda akan
menempuh jarak sejauh 77 km dengan waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai
di Berastagi. Anda bisa memilih kendaraan roda dua atau roda empat.
Setelah itu, untuk mencapai lokasi, terdapat dua pilihan rute,
diantaranya perjalanan dari Berastagi atau dari Desa Semangat Gunung.
Terdapat tiga pintu masuk hutan gunung yang bisa Anda pilih untuk menuju puncak Gunung Sibayak.
Menelusuri jalan setapak sepanjang hutan tropis dan hamparan tebing
curam. Jalur masuk tersebut adalah melalui Desa Raja Berneh (Semangat
Gunung), Jalur 54, Penatapan jagung rebus dan Jaranguda yang berjarak
sekitar 500 meter dari Kota Berastagi.
Harga Tiket
Anda akan dimintai retribusi sebesar Rp
2.000,- per orang sebelum memasuki lokasi gunung. Jadi pastikan Anda
telah menyiapkan uang pas untuk membayarnya.
Fasilitas dan Akomodasi
Posisi Gunung Sibayak
yang terletak di Kota Berastagi, akan memudahkan Anda untuk mencicipi
kuliner-kuliner khas Berastagi yang dijajakan di sepanjang jalan Kota.
Anda juga tidak akan kesulitan menemukan tempat penginapan kelas melati
hingga hotel berbintang. Hotel yang direkomendasikan dan dekat dengan
objek wisata ini yaitu Grand Mutiara Hotel.
Tetapi, di lokasi pegunungan ini, tentunya Anda hanya akan
bercengkerama dengan alam asri hutan tanpa ada fasilitas modern di
dalamnya.
sumber: http://www.gosumatra.com/gunung-sibayak/
Arsip Blog
Diberdayakan oleh Blogger.
Hujan Rintik-Rintik
[PR] 楽しくタイピング練習!
Feature Post
[PR] 楽しくタイピング練習!
Mengenai Saya
[PR] 無料で面白タイピング!